Wednesday, September 30, 2009

Puisi dari Alif

Gresik, 29 September 2009

Hidup adalah pilihan

Ketika kau putuskan pilihan tersebut

Harap dan Doa-ku menyertai langkahmu

Untuk mencapai jalan yang ingin kau tuju

Meski berat hati ini, kehilangan sobat dan rekan kerja 

"yang unik" dan sebaik kau pren

"Selamat menempuh perjalanan hidup yang baru, Bro"

"Selamat Jalan Donny Stefen Wattimury"

Maaf atas kesalahan & kekhilafanku, Bro

Alif Rodhiyan

Tuesday, September 29, 2009

Update FB atau Baca Kitab Suci?

Hmm seringan mana yah update status FB atau baca kitab suci???

lebih nyesal mana, kelupaan bawa HP atau kelupaan bawa kitab suci ketika ke gereja?

Friday, September 4, 2009

Pemberantasan Gepeng

Sempat terhenyak ketika melihat berita di salah satu TV swasta mengenai pemberantasan Gepeng... trenyuh juga melihat gelandangan yang sudah lanjut usia harus dibawa secara paksa oleh aparat...
Kalo dipikir-pikir, salah apa yah mereka... toh mereka tidak mencuri...kalo harus memilih mana yang harus dibantu gelandangan atau koruptor? Coba lihat kasus bank century yang diselamatkan negara dengan mengucurkan dana 6,7 Triliun..., belum lagi masalah BLBI...
Inilah ironi yang ada di Negara Indonesia, negara yang aq cintai...tapi seringkali buatku sedih...sedih krn tak mampu berbuat banyak untuk orang-orang yang berada di garis paling bawah dalam bertahan hidup.
Dulu semasa SD, sempat hafal pasal-pasal UUD 45, yang saat ini sudah di amandemen, kalo nggak salah ada salah satu pasal yang menyebutkan bahwa negara berkewajiban untuk memberikan penghidupan yang layak bagi warga negaranya dan fakir miskin menjadi tanggung jawab negara...
Namun masih aq jumpai kaum fakir miskin yang hidup di pinggir jalan, di bawah kolong jembatan...
Kalo di jaman kepemimpinan Pak SOEHARTO, ada program transmigrasi, ntah apakah saat ini program tersebut dilanjutkan. Negara Agraris? Masihkah? Lahan pertanian di pulau jawa makin menyusut untuk dibangun mall, pemukiman, pupuk langka???? Pemerataan pembangunan? Jakarta dengan pembangunan disana-sini, namun tengoklah di daerah Indonesia Timur? Kemanakah kekayaan kalimantan, irian? Apakah untuk rakyat banyak? Apakah penduduk asli setempat menikmatinya? Atau hanya sebagian kelompok yang punya dana dan kekuasaan yang menikmatinya? Atau malah pihak asing? Wow begitu banyak pertanyaan yang ada dibenakku....yang akhirnya menimbulkan kegundahan dan kesedihan....
Aq lihat banyak sarjana-sarjana yang bekerja keras, menikmati hasil kerjanya, tapi mungkin lupa akan sesama...hal itu juga sering aq tanyakan pada diriku sendiri, apa kontribusiku untuk orang lain? Orang lain yang masih banyak membutuhkan bantuan untuk bisa maju...
Perasaan menjadi manusia yang NOL, karena aq masih belum berbuat banyak untuk sesama...aq begitu lemah ketika dihadapkan pada realitas yang ada...
Untuk mengubah itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan... mengubah kebijakan publik yang lebih berpihak kepada rakyat kecil, yang bukan HANYA SEKEDAR SLOGAN PRO RAKYAT MISKIN....
Kalo mau mengubah yah terjun ke dunia politik, jadi POLITIKUS? Atau aktifis dengan bergabung pada LSM?
Toh banyak politikus yang akhirnya hanya menjadi KORUPTOR dan AKTOR2 MUNAFIK....hmm walau aq yakin masih ada politikus yang memang benar2 berjuang untuk rakyat miskin.
Aq harap semoga ada banyak anak2 muda yang merasakan kegundahan yang aq rasakan dan mau berjuang dengan caranya masing2 untuk membantu rakyat miskin.
Yah setidaknya aq masih bisa merasakan hal itu, masih punya impian dan semangat untuk membantu mengubah dan bertindak dari hal2 yang kecil.... kapan KEMERDEKAAN itu bisa kita capai?



Sunday, August 30, 2009

Lihat Sekitar Kita

Seberapa sering kita peduli sama lingkungan disekitar kita? peduli sama tetangga? peduli sama teman? peduli sama orang-orang yang hidup jauh dibawah garis kemiskinan?

Lagu "Lihat Sekitar Kita", menampar diriku...mengingatkanku untuk lebih down to earth, lebih care thd sesama dan lingkungan hidup...semoga aq mengawali September Ceria ini dengan lebih CARE terhadap Lingkungan sekitarku...

Sekitar kita
selama dunia masih berputar
perbedaan tak pernah pudar
terbawa keangkuhan manusia
tak ingin membagi rasa
bukalah mata hati kita
bayangkan masa depan dunia
bersatu rasa untuk melangkah
demi meraih harapan
dunia yang indah
bayangkanlah kita semua
berjalan bersama
menuju hidup damai sejahtera

sempatkanlah untuk melihat
di sekitar kita
ada kesenjangan antara manusia
lihat sekitar kita ..adakah sepercik bahagia
yang tersisa di hati kita
bergandeng tangan dekatkan hati
tiada perbedaan dalam cinta dan kasih
Dipopulerkan oleh : Krakatau




Friday, August 28, 2009

Seniman = Kemerdekaan

Nak, kalo udah besar nanti mau jadi apa?, tanya seorang ibu ke anaknya yang masih berusia 7 tahun...

Nduk, kowe mengko lek wis gedhe arep dadi opo?, ucap ayah kepada gadis cilik berusia 8 tahun itu...

Mungkin hampir semua manusia pernah dihadapkan pada pertanyaan serupa di atas, yang intinya kalo udah besar mau jadi apa? alias cita-cita kita mau jadi apa....

Ada yang jawab:
Pengen jadi Dokter
Pengen jadi Insinyur
Pengen jadi Guru
Pengen jadi Pilot
Pengen jadi Polisi
Pengen jadi Presiden

wah tentu orang tua akan senang mendengar jawaban-jawaban di atas, tapi apa jadinya kalo jawaban si anak:
Pengen jadi Koruptor
Pengen jadi Teroris
Pengen jadi Penari Striptease
Pengen jadi Pelacur
Pengen jadi Perampok/Perompak

kalo aq mau jadi atlet boleh nggak ma?
aduh nak ngapain kamu jadi atlet, di Indonesia, masa depan atlet itu suram, toh paling karir kamu cuman sampai usia 30 tahun, setelah itu mau jadi apa?

kalo aq mau jadi artis boleh nggak pa? artis gundulmu kuwi, hura-hura, ntar malah kejerumus ke narkoba, lagian hidup mu pasti amburadul

kalo aq mau jadi seniman boleh tidak?, aduh aduh kok aneh-aneh, mau makan apa kamu, hidup luntang luntung nggak jelas, emangnya kamu mau makan dari hasil jualan lukisan, puisi, patung, dsb....? udahlah jadi insinyur atau dokter ajah...

Apa salahnya menjadi seniman, seniman yang menjunjung tinggi kemanusiaan, seniman yang peka terhadap lingkungan, seniman yang lebih sensitif terhadap persoalan rakyat jelata...
Apakah hidup harus dinilai dengan harta melimpah, apakah ukuran sebuah kesuksesan selalu dinilai dengan UANG....

aq tidak ingin mengabdikan diriku untuk UANG...
aq ingin menyuarakan, memperjuangkan keadilan, membela orang yang tertindas melalui caraku, yaitu melalui jalur seni...

Berjuangkan bisa melalui banyak cara tidak harus menjadi seniman?, ujar ibu itu

Lho walau kebanyakan seniman hidup sederhana, tapi setidaknya mereka adalah orang yang jujur, idealis dan tau apa yang diperjuangkan...dan yang penting tidak Korupsi....dan memupuk HARTA untuk kepentingan diri sendiri...

Toh Seniman memiliki HARTA yang tak ternilai yaitu KEBEBASAN.

Bebas berekspresi, bebas mengeluarkan pendapat dan pemikirannya melalui hasil-hasil karyanya.

Bangsa yang besar dan hebat adalah bangsa yang menghargai seni dan budaya bangsanya...hidup dan teruslah berkreasi seniman-seniman jujur....


Saturday, August 22, 2009

Malaysia...oh Malaysia

Jadi geram ama Pemerintah Malaysia yang telah mengklaim tari pendet sebagai budaya asli Malaysia...udah nggak punya malu kali tuh Malaysia, jelas-jelas tari pendet merupakan kesenian asli milik Indonesia...yah kan tari pendet asalnya dari Bali...

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia Jero Wacik dengan melayangkan nota protes kepada Menteri Penerangan dan Kebudayaan Malaysia Rais Yatim, tidaklah cukup...walaupun toh iklan pariwisata Malaysia yang ditayangkan di discovery channel diakui dibuat oleh pihak swasta dan Pemerintah Malaysia mengaku tidak mengetahui adanya pembuatan iklan tersebut. Aneh juga yah, wong sudah berkali-kali Malaysia menggunakan budaya Indonesia dalam iklan pariwisatanya, lagu rasa sayange, semisal batik, angklung, reog ponorogo, dan tari pendet...tentu hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Apakah dipandang sudah cukup dengan melayangkan Nota Protes kepada Pemerintah Malaysia...kok menurut aq, ya BELUM CUKUP. Sudah cukup kita kehilangan Pulau Ligitan dan Sipadan...belum lagi masalah Blok Ambalat...

Himbauan SBY agar Pemerintah Malaysia lebih sensitif/ peka terhadap hal-hal yang dapat memicu keharmonisan hubungan kedua negara, tentu saja harus ditindak lanjuti dengan sikap...misalnya memutuskan hubungan diplomatik kedua negara.

Mengapa kesannya kok Pemerintah Indonesia kurang tegas dalam menghadapi Malaysia...

Coba lihat mulai dari kasus:

Pulau Ligitan dan Pulau Sipadan

Pelanggaran batas teritorial wilayah laut di Blok Ambalat

Nasib TKI dan sebutan "Indon" yang kesannya negatif

Klaim atas Lagu Rasa Sayange, Batik, Angklung, Reog Ponorogo dan Tari Pendet

Tidak heran jika dulu Soekarno sempat mengeluarkan ajakan untuk Mengganyang Malaysia...dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia serta keluar dari keanggotaan PBB.

Sudah saatnya Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas, mempertahankan harkat dan martabatnya, menjaga dan memelihara budaya bangsa Indonesia.

Walaupun sempat terbesit pertanyaan: lebih penting mana mempertahankan suatu budaya atau memelihara dan melestarikan budaya? apabila dalam perayaan imlek dipentaskan kesenian Barongsai apakah itu artinya kita mengklaim kesenian Barongsai sebagai bagian dari budaya bangsa Indonesia, lantas apakah Negara China akan marah? apakah budaya bisa memiliki semacam hak paten/ hak cipta? Satu pertanyaan terakhir yang penting untuk dijawab:

APAKAH PEMERINTAH INDONESIA TAKUT TERHADAP PEMERINTAH MALAYSIA DIKARENAKAN JUMLAH TKI YANG BEKERJA DI MALAYSIA JUMLAHNYA RIBUAN....?

Sudah sepatutnya kita sebagai bangsa dan negara yang besar dan kaya akan sumber daya alam maupun budaya, berani mengambil sikap tegas... bersatulah Indonesia, bersinarlah layaknya kilauan jamrud khatulistiwa. Jayalah Negeriku INDONESIA

Friday, August 21, 2009

Changing

Tadi sempat bincang2 ama teman2, hmm "as time goes by, people changed", ada benarnya. Tentu pribadi seseorang, ntah itu fisik, pemikiran, personality seseorang bisa saja berubah, ada yang berubah drastis ada berubahnya sedikit demi sedikit...

Kalo menurut aq...tentang perubahan...

yah...hidup kan tidak bisa ditebak, seiring dengan berjalannya waktu, masing-masing individu memiliki pengalamannya sendiri-sendiri... yang terkadang bersifat sangat pribadi...dan pengalaman2 itulah yang dapat mempengaruhi perubahan pemikiran, karakter, sikap seseorang.
Masing-masing orang memiliki hak untuk menentukan pilihan hidupnya dari berjuta-juta pilihan yang ada...yang penting nggak jadi teroris ajah hehehehe.
Apapun bentuk perubahan, semoga kehidupan di dunia ini menjadi lebih baik, semoga tercipta kehidupan yang mampu menyelematkan dan melestarikan kehidupan semesta raya.


 

Blog Template by YummyLolly.com